“Ya Bapa yang Kudus, jagalah mereka dalam namaMu, yaitu namaMu yang telah Engkau berikan kepadaKu, supaya mereka menjadi satu sama seperti kita.”
MENJAGA PERSATUAN
(Kis. 1:15-17.20a.20c-26; 1Yoh. 4:11-16; Yoh. 17:11b-19)
Ya Bapa yang Kudus, jagalah mereka dalam namaMu, yaitu namaMu yang telah Engkau berikan kepadaKu, supya mereka menjadi satu sama seperti kita.”
Saudara-saudari yang terkasih, untuk melanjutkan karya pewartaanNya, Yesus telah mengkaderkan para rasul untuk melanjutkan karyaNya. Karena itu para rasul dengan setia telah melanjutkan apa yang Tuhan Yesus lakukan dan perintahkan. Dalam bacaan pertama mengisahkan pemilihan Matias untuk menggantikan Yudas Iskariot yang telah mengkhianati Yesus, tujuannya adalah agar para rasul tetap berjumlah dua belas sebagaimana jumlah yang Tuhan Yesus tetapkan. Apa makna penggenapan jumlah rasul ini? Penggenapan ini memiliki makna dalam menerima dan melaksanakan perintah cinta kasih Kristus, haruslah dengan sepenuh hati. Pemilihan keduabelas rasul adalah awal dari Gereja. Gereja ada dikehendaki oleh Yesus sendiri. Karena itu Yesus senantiasa menghendaki kesatuan dan persekutuan di antara para rasul. Kesatuan ini harus mereka jaga dan teruskan, dan ini akan terwujud jika mereka hidup saling mengasihi.
Rasul Yohanes dalam bacaan kedua meneruskan ke dalam diri kita kehendak Yesus ini. Gereja sebagai kelanjutan dari para rasul senantiasa mengajarkan kepada kita untuk hidup saling mengasihi. Dan dasar dari kasih itu adalah kasih akan Allah sendiri, Allah yang terlebih dahulu mengasihi kita. Karena itu kita saling megasihi karena Allah telah mengasihi kita lebih dulu. Dan kasih itu nyata ketika Bapa mengutus putra Tunggalnya untuk kita. Jadi Allah telah mengutus Sang Putra; yaitu Yesus dan Sang Putra telah mengutus para rasulNya, dan tugas perutusan yang para rasul terima kini dilanjutkan oleh Gereja dan siapa itu Gereja? Kita; saya dan Anda sekalian inilah Gereja yang sesunguhnya, gereja-gereja yang hidup.
Saudara-saudari yang terkasih, kita sebagai anggota Gereja hendaknya senantiasa bersukacita karena kita boleh ikut ambil bagian dalam rencana Tuhan. Dan kita tidak akan bisa melaksanakan tugas perutusan ini dengan baik jikalau kita tidak selalu bersekutu dengan Tuhan dan melandasinya juga dalam persekutuan dengan sesama. Biarpun kita ini berbeda satu dengan yang lain tetapi dengan pertologan Rahmat Roh Kudus, kita senantiasa mengupayakan kesatuan dengan saling mencintai, mengasihi satu dengan yang lain. Dan inilah wasiat Yesus yang Ia tinggalkan untuk kita sebelum Dia naik ke Surga. Inilah perintahKu kepadamu hendaklah kamu hidup saling mengasihi satu dengan yang lain.
Tuhan memberkati.
Amin
Ditulis oleh Rm. Markus Mukri, CP



