Kita ini juga murid Kristus atau orang beriman, bukan karena telah melihat Tuhan, tetapi kita ini menjadi murid atau orang beriman karena percaya.
Allah Tidak Pernah Mengingkari Janji-Nya
(Yeh. 17:22)
Warga Phiras yang terkasih. Kita bukanlah orang asing di hadapan Tuhan dan bukan orang yang tidak mengenal betapa baiknya Tuhan Allah kita. Allah yg kita imani, Dialah yang menciptakan kita menurut gambar dan rupa-Nya. Dia juga yang melengkapi kita dengan berbagai kasih karunia, supaya kita dapat hidup dan hidup untuk menghadirkan Kerajaan-Nya di dunia ini.
Minggu biasa ke 11 hari ini, kita bersukacita karena boleh disegarkan oleh Firman Tuhan dan Ekaristi Kudus. Firman Tuhan sungguh mengokohkan iman kita bahwa Tuhan, Allah yang kita imani, selalu siap bertindak untuk mendatangkan kebahagian bagi kita.
Nabi Yehezkiel dalam bacaan pertama, mengisahkan bahwa Allah kita, yang dahulu diimani oleh Abraham, Ishak, dan Yakub, bertindak untuk menyatakan kepada bangsa Israel bahwa Dia ada, Dia hadir, Dia tidak jauh, Dia tidak neninggalkan mereka. Tindakan itu diungkapkan lewat tumbuhnya pohon aras juga merendahkan pohon yang tinggi serta meninggikan pohon yang rendah.
Kehadiran dan tindakan Tuhan itu, dimaksudkan untuk mendidik hati umat-Nya supaya menghasilkan buah-buah kebaikan. Itulah yg digambarkan dengan perumpamaan: Tuhan mengambil sebuah carang dari pohon aras dan menanamnya. Tuhan merendahkan pohon aras yang tinggi dan Tuhan meninggikan pohon aras yang rendah. Tuhan membuat pohon aras menghasilkan banyak buah, dan bahkan naungannya menjadi tempat yang aman bagi burung untuk bersarang.
Sungguh Tuhan kita bertindak pada saat yang tepat; yang lemah dikuatkan, yang tertindas Dia hibur, yang dalam beban berat Tuhan berikan kelegaan. Hal ini menjadi keyakinan rasul Paulus dalam hidup dan karyanya. Ketika mengalami banyak penganiayaan karena memberitakan Injil Kristus, Rasul Paulus berkata; hati kami selalu tabah, sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat (2 Kor 5:6-7). Paulus percaya akan janji Tuhan; “marilah pada-Ku, hai kamu lelah dan berbeban berat, Aku akan memberikan kelegaan bagimu” (Mat 11:28).
Warga Phiras yang terkasih, kita ini, juga murid Kristus atau orang beriman, bukan karena telah melihat Tuhan, tetapi kita ini menjadi murid atau orang beriman karena percaya. Sungguh kita percaya bahwa; Yesus Kristus itu Tuhan dan Juruselamat. Kita percaya bahwa Dia adalah Allah yang selalu bertindak untuk mendatangkan kebahagiaan bagi kita. Kita percaya Ia tidak akan membiarkan kita hidup tanpa berbuah dalam iman, harap dan kasih. Sebagai orang percaya, kita memiliki kerinduan untuk menjadi tanah atau lahan yang baik, supaya benih Kerajaan Allah; iman, harap dan kasih, boleh tumbuh dan boleh berbuah.
Tuhan, Allah kita, Dia menaburkan benih Kerajaan Allah di dalam kita dan diharapkan agar Kerajaan-Nya tumbuh, berkembang dan menjadi berkat bagi banyak orang. Sehingga banyak orang merasakan damai, sukacita, rasa aman; seperti burung-burung yg berteduh bahkan bersarang pada naungan pohon aras.
Semoga Tuhan, Allah kita terus memampukan kita untuk tumbuh dlm iman, harap dan kasih, serta berbuah, sehingga melalui cara hidup kita hadirlah Kerajaan Allah di dunia ini.
Tuhan memberkati kita.
Amin.
Ditulis oleh P. Marius Lami, CP



